Sekolain Artikel
Masuk

Beda Cambridge, IB, dan Merdeka: untuk siapa, dan apa akibatnya kalau pindah

· diperbarui 6 Sep 2026

Kurikulum adalah kolom yang paling sering ditanyakan dan paling jarang dijelaskan. Brosur menuliskan namanya, orang tua mengangguk, dan pertanyaan yang sebenarnya menentukan — apa yang berubah kalau anak pindah sekolah di kelas 9? — baru muncul ketika sudah terlambat.

Sebelum apa pun: kurikulum tercatat untuk 442 dari 5.919 sekolah di katalog Sekolain — jauh lebih sering kosong daripada terisi. Jadi kolom ini berguna untuk menemukan sekolah, bukan untuk mencoret. Nama yang paling sering muncul di antara yang tercatat: Cambridge 146 sekolah, Nasional 138, Merdeka 92, IB 57, lalu Montessori 18, Nasional Plus 15, dan "Kurikulum Nasional" 14.

Perhatikan bahwa "Nasional", "Kurikulum Nasional", dan "Merdeka" muncul sebagai tiga entri terpisah. Ketiganya menunjuk sistem yang sama — sekolah menulis label yang berbeda untuk hal yang sebagian besar sama, dan kami menyalinnya apa adanya supaya jejaknya bisa diperiksa. Artinya angka satu label selalu lebih kecil daripada jumlah sekolah yang sebenarnya memakai sistem itu. IB ada di urutan keempat, tapi ia dibahas di sini karena termasuk yang paling sering ditanyakan.

Merdeka: kurikulum nasional yang berlaku sekarang

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang dipakai sekolah nasional di Indonesia saat ini. Cirinya yang paling terasa buat orang tua: capaian belajar disusun per fase, bukan per tahun, sehingga sekolah punya keleluasaan mengatur laju; dan ada porsi projek lintas mata pelajaran yang dinilai terpisah dari nilai akademik biasa.

Untuk siapa. Keluarga yang anaknya akan melanjutkan di jalur nasional — termasuk mendaftar ke perguruan tinggi negeri lewat jalur yang menghitung nilai rapor. Ini juga pilihan dengan konsekuensi perpindahan paling ringan, karena mayoritas sekolah di Indonesia memakainya.

Yang perlu ditanyakan. Bagaimana projek lintas mata pelajaran dinilai, dan berapa jam seminggu yang dipakainya. Sekolah menjalankannya dengan cara yang sangat berbeda-beda.

Cambridge: modular, dan diuji dari luar

Cambridge disusun bertingkat — Primary, Lower Secondary, IGCSE, lalu AS dan A Level — dan penilaian akhirnya berupa ujian yang dibuat serta diperiksa di luar sekolah. Yang membedakannya dalam praktik: nilainya per mata pelajaran. Seorang anak bisa mengambil enam mata pelajaran IGCSE, satu di antaranya diulang, tanpa mengganggu yang lain.

Untuk siapa. Anak dengan kekuatan yang timpang antar-mata-pelajaran, dan keluarga yang ingin nilai yang mudah dibaca lembaga di luar negeri. Sifat modularnya juga membuat beban ujian bisa dipecah ke beberapa sesi.

Yang perlu ditanyakan. Apakah sekolah menjalankan Cambridge sebagai kurikulum tunggal atau berdampingan dengan kurikulum nasional, dan ijazah apa yang diterima anak saat lulus. Ini pertanyaan paling penting di seluruh artikel ini, dan jawabannya berbeda antar sekolah yang sama-sama menulis "Cambridge" di brosur.

IB: satu paket, dinilai sebagai satu kesatuan

International Baccalaureate punya program berjenjang — PYP untuk usia dini, MYP untuk menengah, dan DP untuk dua tahun terakhir. Yang membuatnya berbeda dari Cambridge bukan tingkat kesulitannya, melainkan bentuknya: DP adalah paket dua tahun. Anak mengambil enam mata pelajaran sekaligus ditambah komponen wajib berupa esai panjang, mata pelajaran tentang cara berpikir, dan kegiatan di luar kelas. Nilainya dijumlahkan jadi satu skor.

Untuk siapa. Anak yang kuat merata dan terbiasa mengelola tenggat panjang sendiri, serta keluarga yang sudah cukup yakin akan menyelesaikan dua tahun terakhir di satu tempat.

Yang perlu ditanyakan. Berapa lama sekolah sudah menjalankan program itu, dan berapa banyak siswa yang benar-benar menyelesaikan DP — bukan berapa yang memulainya.

Apa akibatnya kalau pindah sekolah

Ini bagian yang paling jarang dibahas brosur, dan paling mahal kalau dilewatkan.

Cara memakainya di Sekolain

Satu hal yang perlu diketahui sebelum mencoba: penyaring kurikulum di halaman pencarian berupa empat chip tetap — Nasional, Nasional Plus, Cambridge, dan IB. Hanya keempat nama itu yang bisa diklik.

Jadi Merdeka tidak punya chipnya sendiri, walaupun ia nama ketiga terbanyak di katalog dengan 92 catatan. Begitu juga Montessori, KTSP, dan setiap label lain yang muncul di halaman ini. Label mentah selengkapnya hanya terlihat di halaman sekolah masing-masing, bukan sebagai saringan. Kalau Merdeka yang Anda cari, chip Nasional adalah pintu terdekat — tapi ia saringan yang berbeda, bukan sinonim, jadi perlakukan hasilnya sebagai titik awal.

Untuk ketiga nama yang punya chipnya, pakai penyaring itu untuk menemukan kandidat — lalu lepaskan lagi dan telusuri kawasan yang sama tanpa filter itu. Dengan 442 catatan dari 5.919 sekolah, sekolah yang cocok tapi tidak pernah menuliskan kurikulumnya jauh lebih banyak daripada yang menuliskannya.

Halaman kawasan menyebutkan kurikulum apa saja yang tercatat di sana. Dua kawasan dengan proporsi catatan tertinggi adalah Kelapa Gading (43 dari 138 sekolah) dan Cilandak (38 dari 124) — tempat paling masuk akal untuk mulai kalau kurikulum adalah syarat utama Anda.

Artikel terkait