Jadwal open house, apa saja yang benar-benar bisa diurus di sana, jenjang yang dibuka, dan yang perlu ditanyakan sebelum membayar booking fee.
Cara membaca akreditasi sekolah, dan apa yang tidak dikatakannya
Akreditasi adalah penilaian resmi dari Badan Akreditasi Nasional terhadap sekolah, dan hasilnya satu huruf: A, B, atau C. Huruf itu yang paling sering dikutip brosur, dan justru bagian yang paling sedikit memberi tahu.
Dari 5.919 sekolah swasta di katalog Sekolain — dihitung per jenjang, jadi satu kampus yang membuka TK dan SD terhitung dua — 2.815 berakreditasi A, 2.629 B, 321 C, dan 154 belum terakreditasi. Artinya hampir separuh sekolah yang akan Anda temui berhuruf A. Saringan yang meloloskan separuh peserta bukan saringan yang menajamkan pilihan — jadi pertanyaannya bukan "apakah A", melainkan "apa lagi yang perlu saya tahu setelah tahu ia A".
Tanggalnya lebih penting daripada hurufnya
Setiap Surat Keputusan akreditasi punya masa berlaku, umumnya lima tahun. Sekolah berakreditasi A dengan SK yang berakhir tahun lalu belum tentu masih memenuhi syarat yang sama — ia hanya belum dinilai ulang. Huruf tanpa tanggal adalah pernyataan tentang masa lalu yang menyamar jadi pernyataan tentang sekarang.
Karena itu setiap halaman sekolah di Sekolain menampilkan huruf akreditasi bersama masa berlakunya: 4.867 dari 5.919 sekolah punya tanggal akhir berlaku SK yang tercatat — sekitar delapan dari sepuluh, jadi Anda hampir selalu bisa memeriksanya dari layar. Kalau tanggalnya tidak ada, itulah yang perlu ditanyakan langsung ke sekolah.
Pertanyaan yang tepat saat berkunjung bukan "apakah sekolah ini terakreditasi", melainkan "sampai kapan SK akreditasinya berlaku, dan boleh saya lihat?". Pertanyaan pertama selalu dijawab ya; yang kedua memberi Anda informasi.
Yang tidak diukur akreditasi
Akreditasi menilai kelengkapan administrasi, kualifikasi guru, sarana, dan proses pembelajaran menurut instrumen yang sama untuk semua sekolah. Yang tidak masuk ke dalam penilaian itu, dan justru sering jadi alasan orang tua memilih:
- Kecocokan dengan anak tertentu. Anak yang butuh kelas kecil dan anak yang berkembang di lingkungan ramai membutuhkan sekolah yang berbeda, dan keduanya bisa sama-sama A.
- Biaya. Akreditasi tidak melihat angka uang pangkal maupun SPP sama sekali.
- Jarak dan waktu tempuh. Perjalanan 50 menit setiap pagi selama enam tahun adalah beban nyata yang tidak muncul di huruf mana pun.
- Budaya sekolah. Cara sekolah menangani perundungan, seberapa terbuka gurunya kepada orang tua, dan seperti apa rasanya masuk ke ruang kelasnya jam sepuluh pagi — hanya bisa Anda nilai dengan datang.
- Kurikulum dan bahasa pengantar. Dinilai kesesuaiannya dengan aturan, bukan kecocokannya dengan rencana pendidikan keluarga Anda.
Cara memakainya saat memilih
Perlakukan akreditasi sebagai saringan, bukan peringkat.
Ia berguna untuk satu hal: membuang pilihan yang belum terakreditasi sama sekali kalau memang itu syarat Anda. Ia nyaris tidak berguna untuk mengurutkan sekolah yang sudah sama-sama A — dan hampir separuh katalog ada di kelompok itu.
Kalau Anda memakainya sebagai filter di halaman pencarian, sadari juga akibatnya: memilih "A" saja akan membuang sekolah B yang mungkin jauh lebih cocok untuk anak Anda dan berjarak sepuluh menit dari rumah. Di beberapa kawasan di katalog ini, jumlah sekolah B bahkan melebihi A — di Tangerang Kota ada 384 sekolah B berbanding 355 sekolah A. Mencoret semuanya sekaligus adalah keputusan besar untuk dibuat dengan satu klik.
Urutan yang lebih menolong: saring dengan hal yang keras dulu — kawasan, jenjang, jarak — lalu pakai akreditasi untuk menyusun daftar kunjungan, bukan untuk menentukan pemenang. Cara menyusun perbandingannya dijelaskan di cara membandingkan sekolah.
Satu hal terakhir
Akreditasi diberikan per satuan pendidikan, bukan per yayasan. Satu yayasan bisa menaungi TK, SD, SMP, dan SMA dengan huruf yang berbeda-beda, dan brosur yang memasang "Terakreditasi A" di sampul tidak selalu menjelaskan jenjang mana yang dimaksud. Di Sekolain setiap jenjang punya halamannya sendiri dengan akreditasinya sendiri, jadi periksalah halaman jenjang yang benar-benar akan dimasuki anak Anda.
Artikel terkait
Tiga nama kurikulum yang paling sering ditanyakan orang tua, apa bedanya dalam praktik, dan biaya tersembunyi saat anak pindah di tengah jalan.
Urutan yang memotong ratusan pilihan jadi tiga tanpa kehilangan kandidat yang bagus, memakai halaman pencarian dan halaman perbandingan Sekolain.