Sekolah "terbaik" tidak ada — yang ada sekolah yang cocok untuk anak tertentu. Kriteria yang perlu Anda kenali sebelum membuka halaman pencarian.
Usia masuk SD dan TK 2026: aturan SPMB dan tanda kesiapan anak
Pertanyaan "usia berapa anak boleh masuk SD" biasanya dijawab dengan angka tunggal: tujuh tahun. Jawaban itu sudah tidak akurat sejak Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) menggantikan PPDB lewat Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 — aturannya sekarang punya rentang, bukan satu angka, dan rentang itu yang perlu Anda ketahui sebelum menyoal apakah anak Anda siap.
Aturan resminya
SD. Usia 7 tahun per 1 Juli tahun ajaran berjalan tetap jadi prioritas penerimaan, tapi anak yang baru berusia 6 tahun tetap boleh mendaftar. Ada pengecualian lebih jauh untuk anak dengan kecerdasan atau bakat istimewa: batas minimalnya bisa turun sampai 5 tahun 6 bulan, dengan syarat rekomendasi tertulis dari psikolog profesional — bukan surat keterangan sekolah atau guru TK.
Dua hal lain yang berubah di aturan yang sama: sekolah tidak boleh mewajibkan ijazah TK atau RA sebagai syarat pendaftaran, dan SD dilarang keras memberi tes membaca, menulis, berhitung (calistung), atau bentuk tes masuk lain untuk kelas 1. Kalau sebuah sekolah tetap mensyaratkannya, itu di luar aturan SPMB, bukan kebijakan sah sekolah tersebut.
TK. Batasnya dua kelompok: TK A untuk usia 4–5 tahun, TK B untuk usia 5–6 tahun. Anak yang masuk TK B di usia 5 tahun akan genap 6 sebelum tahun ajaran SD berikutnya dimulai — pas di batas prioritas SD tahun berikutnya.
Umur yang diizinkan bukan umur yang menentukan
Aturan di atas menjawab pertanyaan hukum: siapa yang boleh mendaftar. Pertanyaan yang sebenarnya menentukan pengalaman anak selama enam tahun ke depan adalah pertanyaan yang berbeda: apakah dia siap. Dua anak sama-sama lahir Agustus, sama-sama memenuhi syarat usia, bisa berangkat dari titik yang sangat berbeda di hari pertama kelas 1.
Tanda kesiapan yang lebih berguna daripada tanggal lahir:
- Bisa duduk dan mengikuti instruksi bertahap — bukan diam sempurna 30 menit, tapi mengikuti "ambil buku, buka halaman lima, tulis namamu" tanpa instruksinya diulang tiga kali.
- Berpisah dari orang tua tanpa krisis berkepanjangan. Menangis di lima menit pertama itu wajar; butuh satu jam penuh untuk tenang setiap hari adalah sinyal yang berbeda.
- Motorik halus untuk memegang pensil dan menulis bentuk sederhana — bukan huruf rapi, tapi kendali tangan yang cukup untuk menjiplak garis dan bentuk.
- Bisa bermain dan menyelesaikan konflik kecil dengan anak sebaya tanpa campur tangan orang dewasa di setiap kejadian.
Tidak satu pun dari empat ini diuji lewat tanggal lahir, dan sejak calistung dilarang jadi syarat masuk, tidak satu pun lagi diuji lewat tes formal di pendaftaran SD. Yang menilainya justru pihak yang paling sering diabaikan orang tua saat menimbang usia: guru TK B anak Anda, yang melihatnya setiap hari selama setahun terakhir.
Kalau anak Anda lahir di paruh kedua tahun
Ini yang paling sering jadi dilema nyata: anak lahir Juli–Desember, jadi di 1 Juli tahun ajaran dia baru genap 6, bukan 7 — boleh daftar, tapi bukan prioritas, dan sering kali jadi yang termuda di kelasnya selama enam tahun ke depan. Tidak ada jawaban tunggal yang benar untuk semua anak dalam posisi ini. Yang ada adalah pertanyaan yang lebih tajam dari "boleh atau tidak": kalau ditunda setahun, apa yang didapat anak Anda di tahun tambahan itu — TK B lagi dengan materi yang sama, atau benar-benar ruang berkembang yang berbeda? Jawaban itu ada di gurunya, bukan di peraturan.
Setelah usia dan kesiapan anak jelas di kepala Anda, langkah berikutnya adalah menyaring sekolahnya sendiri — dan urutan yang tepat untuk itu dijelaskan di cara membandingkan sekolah: saring kriteria yang keras dulu, baru bandingkan yang lunak.
Artikel terkait
Jadwal open house, apa saja yang benar-benar bisa diurus di sana, jenjang yang dibuka, dan yang perlu ditanyakan sebelum membayar booking fee.
Tiga nama kurikulum yang paling sering ditanyakan orang tua, apa bedanya dalam praktik, dan biaya tersembunyi saat anak pindah di tengah jalan.